Kamis, 08 Oktober 2026

Harapan dan Do'a

 Kepada siapa lagi akan ku pinta, jika bukan kepada Mu yang Kuasa.

Mohon izinkan aku menuliskan bait-bait do'aku di sini, Wahai Tuhanku Yang Maha Kasih

Segala puji bagi Mu, Allah-ku Yang Kuasa mengabulkan tiap do'a hamba

Shalawat dan Salam kepada kekasihMu, junjungan kami, Rasulullah shallalahu 'alaihi wassalam.

Salam'alaika ya Rasulullah

Kepada Mu aku tengadahkan tangan, memohon kasih dan ampunan, catatlah hamba sebagai abdi mu yang panda bersyukur dan selalu memohon ampun

Mohon ampunilah segala dosaku, ampunilah orang tuaku, ampunilah suamiku.
Allah-ku yang Maha Kasih, sayangi suamiku, lapangkanlah dadanya, mudahkanlah segala urusannya, berikanlah jalan keluar pada tiap masalah yang dihadapinya.Peluk ia dalam kasihMu selalu, ya Rabb.

Allahumma aamiin.

Senin, 20 Juli 2026

Menuju 6 tahun (4)

 Allah, tolong ampuni aku. Maafkan aku yang tak kuat menahan rasa sedih. Sungguh, aku sedang benar-benar berusaha ikhlash dan ridho. Tolong mudahkan ya Allah. Jangan uji aku dengan sesuatu yang tak kuat aku menanggungnya. Tolong aku ya Allah. Sungguh aku lelah dengan diri ini yang terus menangis tiap kali haih. Capek. Padahal sudah ku tata hati dengan baik supaya sabar, supaya ikhlas, supaya ridho. Tapi selalu ambyar ketika haidh. Ya Allah tolonglah. Hamba lemah, Engkau Kuat. Tolong mudahkan segala jalan menuju keridhoan. Andai tak ada takdir kami punya keturunan, tolong mudahkan kami untuk ikhlas, untuk ridho, untuk sabar. Kalau ada takdir kami punya keturunan, tolong mudahkan segala jalan mencapai takdir itu.


Aku lelah merutuki diri sendiri tiap kali haidh. Ya Allah mohon, aku mohon ampuni aku. 

Jumat, 26 Juni 2026

Menuju 6 Tahun (3)

 Bismillah
Agustus nanti 6 tahun insyaAllah.
Masih setia menanti keajaiban. Mudah-mudahan kabar bahagia untuk anniversary ke-6 ini.

Rabu, 29 April 2026

36 Tahun lebih 2 hari

 Rabu, 29 April 26.

First day haidh. Ada berapa berita kehamilan hari ini?

Kak Ila, Maulida Ulfa, Heriani.

Apa kabar hati? Tentu saja di luar tampak biasa ketawa2, tapi dusta. Banjir air mata ketika sendiri berkendara.

Hai berapa lama lagi agaknya menanti?

Allah, aku tau salah. tapi aku lemah. Tolong aku ya Rabb, ampuni aku ya Allah.

Kamis, 02 April 2026

Menuju 36 (3)

Harusnya ini hari ketiga puasa syawal ku, insyaAllah, tapi sepertinya hmmm.

Yaaah, aku tau sih ini jadwalnya, tapi ya lakukan saja, mana tau bulan ini pengabulan doa bertahun-tahun.
😒

Tampaknya harus makin kuatkan do'a.
ya Allah, lama ya ujiannya 😭 belum bisa lulus ya, ya Allah...

Ya Allah, tidak ada tempat lain ku memohon, karena Engkaulah satu-satunya yang Kuasa mengabulkan segala pinta. Kami berdoa seperti Nabi Mu Zakaria curhat. 'Sesungguhnya aku semakin tua ya Allah, prodiktivitas sistem reproduksiku akan semakin menurun, Engkalu lebih tahu. Semoga Engkau berkenan karuniakan zuriat kepada ku ketika tubuhku ini masih kuat mengangkat beban, masih kuat menjadi ibu. Ya Allah Tuhanku, karuniakan kepada kami zuriat yang baik, sesunggunya Engkau Maha Mendengar Do'a kami'



Jumat, 06 Maret 2026

menuju 36 (2)

Ramadhan 16, 1447 H

Ketika ku buka sebuah buku catatan, ku dapati catatan setahun silam, persis; 16 Ramadhan 2025. 
Duh, ku pikir tahun ini tidak akan ku catat lagi rasa sedih dan air mata. Tapi persis di bawahnya, kutuliskan kisah yang sama.

KepadaNya saja aku mohon keampunan sangat-sangat. 
Allah, tolong ampunkan hambaMu yang lemah dan bodoh ini. 
Sungguh aku lelah berperang dengan hati sendiri. Tolong hamba. Mohon ampunkan hamba 😭😒


Sabtu, 07 Februari 2026

Menuju 6 tahun (2)

 Allah help me!

Aku tau, tak boleh mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti. Tapi kerap aku membayangkan, kalau misalnya takdir Allah kemudian aku tak punya anak, apakah aku akan meratapi masa menopause sampai akhir hayat. Selagi masih haidh, tentu saja aku masih berharap akan hamil. But how if? 😭


Allah help me. Anta salam, waminka salam...

Allahumma anta Rabbi, ighfirli. Aku mohon ampunilah prasangka ku. Aku berusaha ya Allah untuk selalu berlapang dada. Tolong aku... πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


*hari kedua haidh menjelang Ramadhan. 

*beberapa waktu lalu ketika bolak balik buku catatan, ku temukan catatan menjelang Ramadhan tahun lalu, tentang harapan terkabulnya do'a. Nanti coba ku poto dan simpan di sini. 

Minggu, 11 Januari 2026

menuju 6 tahun (1)

 walaupun aku sudah menduga bulan ini gagal lagi, tapi hatiku tetap kecewa.


maafkan aku ya Allah

Jumat, 09 Januari 2026

Menuju 36

 Bulan berganti, harapan terus diperbarui.

Bulan menjadi tahun. Tahun pun ikut berganti. Harapan? Kian memudar.

Bulan berganti, tahun bertambah. Dan aku semakin menua. Berapa waktu lagi tersisa untuk harapan tetap ada?

Allah, sungguh aku semakin menua. Adakah kesempatan untukku punya cahaya mata? 

Mohon maafkan hambaMu yang cengeng ini. Maafkan iriku, maafkan rasa cemburu ku. Ampuni hambaMu ini. 

Kamis, 13 November 2025

Catatan lebih 5 tahun pernikahan


Bismillah.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan hamba berpasang-pasangan. Maka aku termasuk bagian dari yang Allah berikan pasangan. 
    Aku teringat seorang ustadz pernah mengatakan, bahwa 5 tahun pertama pernikahan itu adalah masa-masa bahagia, juga masa-masa mengenal, dan juga masa-masa penuh cobaan. Di 5 tahun pertama ini akan diuji kesabaran terhadap prilaku pasangan, akankah terasa muak, jijik, atau hal-hal menguras emosi lainnya. Dan kemudian, apakah kita memilih setia atau coba mencari yang baru. hehe.

    Di 5 tahun ini, apa ujian kami? Yup, seperti catatan 3 tahun ku, kami masih berjuang mendapatkan zuriat. Ba'da lebaran lalu, kami putuskan untuk ke dokter spesialis. Alhamdulillah penyebabnya yang sebenarnya sudah kami ketahui, kami dapati ada perubahan. Bagaimanapun, sampai saat ini kami masih menunggu keajaiban Allah. Usaha telah dan sedang kami lakukan, doa insyaAllah tiada putus. Sebenarnya yang aku khawatirkan adalah diriku sendiri. Sungguh aku takut akulah yang berputus asa. Allah padaMulah aku memohon keampunan.

    Apalagi, di 5 tahun ini? Ya pernikahan itu tentang saling menerima kekurangan, saling berbagi kelebihan. Saling belajar menghadapi kebiasaan pasangan. Saling belajar berkomunikasi, saling berusaha memahami. Ya intinya pernikahan itu saling-silang supaya balance.

    Di 5 tahun ini, mulai belajar hidup lebih sehat, dengan menjaga jenis asupan makanan yang lebih baik. Mmmm, olahraga saja lagi yang masih harus di-gas kan. hehe. Kebanyakan malasnya seh.

Eniwei, Free Palestine. 
InsyaAllah 2027 ke sana.
Duh pengen nulis tentang apa yang berubah pasca 7 Oktober 2023.

Rabu, 09 Agustus 2023

Catatan 3 tahun pernikahan

 Bismillahirrahmanirrahim

liburan jauh kedua; Toba. hehe

catatan ini kubuat untuk diriku, sebagai pelampiasan perasaanku. 

9 Agustus 2023, tepat 3 tahun pernikahan.

masih berdua, menanti untuk bertiga. kadang menunggu membuat aku kehilangan kepercayaan diri. aku ragu kepada diri sendiri, mampukah aku bersabar.

sungguh hanya kepada Allah aku keluhkan segala rasa sedih yang melanda. berbagai usaha dilakukan, namun tak kunjung membuahkan hasil. 

memang, aku sungguh tau dan paham bahwa ini adalah bagian yang tak kuasa aku kontrol, karena hal-hal ini adalah kehendak Allah. kalau Allah berkehendak, maka jadi, kalau Allah belum berkehendak, maka belum jadi. aku tentu paham itu. tapi iman yang setipis tisu, tak mampu membendung air mata yang selalu ingin tumpah, apalagi pas jadwal menstruasi datang. dengan hormon tertentu yang meningkat makin membuat mood sedih menjadi-jadi.

adek yang menikah sama denganku sudah 2 tahun anaknya. adekku yang menikah setahun kemudian sudah mau setahun anaknya. aku sayang ponakan-ponakanku. tapi sesekali hati juga pedih. apalagi sebentar lagi adekku yang satu lagi juga akan menikah. aku berusaha menguatkan hati. mengingat usia yang sudah semakin tua, kadang yang terpikir; ya Allah, apa aku berkesempatan punya anak? ah pikiran manusiawi yang aku berharap sekali Allah selalu memberi keampunan.

aku menikah di usia 30 lebih beberapa bulan. jadi yang aku bayangkan, menikah, langsung bisa punya anak. aku khawatir, jangan-jangan aku tidak lulus ujian menanti jodoh, maka aku harus remedial lagi pada ujian menunggu. hiks.

iya aku tau, banyak orang lain yang lebih lama penantiannya. bahkan ada temanku yang bahkan belum datang jodohnya. aku tau orang lain bisa jadi lebih berat ujiannya. aku di sini hanya mengeluarkan keluh-kesahku. kepada Allah aku memohon ampun. aku memohon ampun ya Allah atas kesedihanku. aku sungguh benci ketika aku bersedih atas hal ini padahal aku tau yang aku sedihkan adalah hal di luar kontrol ku. kadang kesedihanku bukan lagi karena belum kunjung punya anak, tapi karena aku merasa bodoh kenapa aku bersedih.

Rabbi, sungguh peunjukMu lah yang selalu ku pohonkan

ampunkan dosa-dosaku, ampunkan dosa-dosa suamiku. karuniakan kami kesabaran tanpa batas. karuniakan kami iman tanpa logika. karuniakan keberkahan kepada kamu. dan tentu ya Allah, aku memohon zuriat yang sholeh-sholeha. aku yakin Engkau Maha Kuasa. mudah sekali bagiMu meniupkan ruh ke dalam rahimku. mudah sekali. tak boleh aku ragukan itu. ampunkanlah dosa-dosaku ya Rabbi. 😭😭😭

Rabu, 23 November 2022

Aku?

 Allah.

Entahlah, apakah aku sering mengeluhkan diri sendiri?

Apakah aku selalu mengeluh akan hidupku.

Entahlah. 

Aku seringkali memandang rendah diri sendiri.

Aku seringkali membenci diri sendiri.

Kenapa aku tidak memampukan diri seperti yang lain?

Mampu mencintai diri sendiri. Selalu positif terhadap diri sendiri.

Ah kadang aku benci pada diriku yang begini.

Setiap kali aku merasa bersalah, maka aku akan sangat menyalahkan diri sendiri, memburukkan diri sendiri.

Seringkali ketika aku merasa, aku telah membuat orang lain annoyed, aku seriiing sekali menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Entahlah itu salah atau baik.

Kadang aku confused dengan diri sendiri?

Mau apa aku ini?

Aku takut perasaan -perasaan ku membuat Allah lebih marah padaku. Tp kadang kemanusiawianku membunuhku 😭😭😭

Aku sungguh berharap Allah akan mengampuni ku, sikapku yang buruk, prasangka ku yang tidak pada tempat. Semoga Dia menuntunku pada jalan kebaikanNya, memeluk ku dalam hidahNya. Melapangkan hatiku atas takdirNya. Membuka mataku atas petunjukNya.

Allah, sungguh aku ini hina 😭

Sabtu, 25 Januari 2020

Doa orang tua dan yang luput aku syukuri

Bismillah.
Mungkin agak terlambat menyadari sebegini, tapi untungnya Allah ilhamkan. Semoga bertambah kesyukuran, bertambah keimanan.

Disclaimer: ditulis atas pandangan pribadi, tidak ada sedikitpun merendahkan siapapun atau pekerjaan apapun.

🀭🀭🀭
Macam serius tulisan akak ni. Padahal ntah pahape ntah. 😌

Oke lanjuut
So belakangan Allah sadarkan mata hati biar nampak banyak betol nikmat yang Allah beri tapi luput disyukuri. Selalu mintak yang tak dipunye, but always forgot what we had full at our hand.

Cerite kesadaran sampai terase hendak menuliskan bermula apabila daku melewati sebuah per-ruko-an besar yang didominasi oleh toko elektronik wa bil khusus, phone. Oi Mak panjang kalimat aku, satu napas tu. Wkwkwk
Eniwei, nampak para pegawainya berseragam hitam di depan toko, di bawah payung besar, sambil duduk2 berkaroke. Sesekali kadang nampak mereka ni tengah excercise ramai2. Otak kuh langsung berspekulasi, bahwasanya mereka ini sedang menarik perhatian orang-orang yang lewat depan per-toko-an itu.

So, what i feel?

Here we go!
Tetiba tejentik hati menyadari, Allah, betapa Engkau mudahkan banyak hal dalam hidupku. (Aku tulis sambil mata berkaca ni, πŸ˜₯😭).
Ku susuri lembar memori.
Aaah, waktu itu, belom lagi wisuda, pekerjaan sudah menanti ku. Persis seperti seharusnya pendidikan dan jurusan yang ku ambil, guru Biologi. Allah,, Maha Baik.
Then when i change the school i used to work, i still work as a teacher, a science teacher. Allah... Tambah pulak teaching Al-Qur'an, yang memang menjadi concern ku. Allah...
And seingat2 ku, tak pernah kekurangan dalam arti yang paraaaaah, sampai aku harus berhutang tak mampu bayar.
Allah, baiknya Engkau pada ku.

Teman, yok coba susuri.
Aku pernah beberapa kali kadang iseng cakap dengan mak; 'mak jangan lupe doakan fit ye', 'mak doakan ye buku terjual banyak'. Sambil kadang bertanya; ' ape yang Mak doakan untuk anak Mak?'.
Dan pemirsah, never ever Mak bapak mendoakan yang buruk untuk anak, meminta hal buruk untuk anak, takkan pernah. (Ai seriously nanges ni 😭😭😭).
"Mak selalu doakan Allah mudahkan urusan, Allah murahkan rezeki..." 😭😭😭

Then when aku pikir bolak balik lagi, semua kemudahan hidup yang ku dapatkan, semua kemurahan rezeki yang ku rasakan, adalah pengabulan do'a2 orang tua, doa Mak bapak. Allah, Maha Baik Engkau...

Coba, tanya Mak bapak, ap doa mereka untuk mu.

Allah, kadang banyak pintak ku, padahal banyak yang telah Engkau karuniakan tapi luput aku bersyukur

Timekasih yang singgah bace.

Selasa, 31 Desember 2019

2019 seperti apa yang ku lalui

Pada mimpi-mimpi yang belum menyata,
Pada harap harap yang belum berwujud,
Selamat tinggal...

Pada asa yang jangan sampai putus, 
Pada do'a yang jangan sampai lupa,
Semoga hari-hari ke depan adalah kebaikan, penuh keberkahan.

Memang, hati hendaknya seluas lautan.

Aiiih, nak bepuisi kaedahnye. 

Anyway, what did this year left me with? Bahasa apa ni? 

Aku rasa di 2019 ini aku belajar banyak sekali hal. Terutama di bulan2 penghujung.

Ini tahun yang menurutku bersimbah air mata. Like i said, especially bulan2 penghujung. I learned to be more humble, more shabr, more berlapang hati. Eh what i mean is aku memohon sungguh kepada Allah yang Kuasa atas segala hal, agar mengaruniakan aku kesabaran, juga kelapangan hati untuk menerima segala hal yang Dia tetapkan. Mudah? Bagiku tidak. Pedih terkadang. 

Tahun ini juga aku belajar untuk menjadi lebih baik. Untuk lebih menyadari hakikat hidup; mengapa? Untuk apa? Terlambat? Better than never. Apalagi ketika melihat orang-orang sekitar bertambah baik, hebat dalam banyak hal. Aku ngiri, maka aku harus apgred diri.

And life ia always unexpected. Kerja nya Allah. Selalu luar biasa. Tahun ini, menjadi tahun aku merasakan first flight. Hihihi. So unexpected. Ini benar-benar tak disangka. Akhirnya di Lembang, mengenal sosok ustadz Lukmanulhaqim. Dibuat tertawa di majelisnya, dibuat menangis sesenggukan dalam majelisnya. Bertemu saudara se-SLC sebagai keluarga besar Sygma Daya Insani. Bertemu CEO nya yg humble (juga istrinya). Hafizh yang tak bisa melihat. Didoakan banyak orang. Aaaah. Luar biasa.

Entah kenapa (aku meraba-raba sebabnya), tahun ini aku merasakan betapa nyungsep nya kepercayaan diri ku yang sesungguhnya memang tak tegak pon. Tapi tak boleh menyerah. I'm try to ignore lingkungan, dan berperang dengan mental sendiri. 

Dan penghujung 2019 ini, tak ingin ku akhiri dengan derai air mata. Berharap pada Nya semoga kelapangan hati Dia karuniakan kepada hambaNya yang naif dan dhoif ini. Aamiin

Tengkiu πŸ’žπŸ’ž

Sabtu, 28 Desember 2019

Di antara bertiga, apa posisi dan kedudukan ku?

Bekeghak, belumut, besaghang. Itulah yang terjadi pada blog kesayangan ni. Sekali tengok entri, sebijik pun tak ade ngisi sepanjang 2019 ni. Mungkin inilah satu2nya entri untuk tahun 2019. πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ˜… Parah.

Eh baidewei, mari kita lanjutkan dengan judul postingan kali ini. Tentang ape ke bende itu? Let's just see this picture below. 😏
Di Raja Ampat KW
Yang mane satu perempuan Melayu terakhir ni? Guess!!
Oke back to the topic. Aku mengenal mereka berdua pada Ramadhan 2018, saat sama2 magang di yayasan Ibu Harapan Bengkalis. Kami sama2 ditempatkan di SMPIT nya (emang melamar ke SMP nya seh. Hihi). Pas tes sudah ketemu, tapi ya begitu saja.
Di SMP yang baru dibuka ini kami bertiga icak2 nya Charlie's Angels. Hihihi. Bidadari setiga wayang, eh? Pokoknya gitulah. Cewek-cewek nya cuma kita, karena memang sekolah baru. Nerima siswa juga satu lokal, yang awalnya cuma 14 orang, teruuuus jadi 20 siswa. Ya ampun cerita ke mana2.
Eniwei kembali lagi ke judul postingan ku. Setelah lebih setahun ini bersama mereka, aku sungguh belajar banyak hal dari mereka. Mereka berdua ini super dan supel sekali. Yang bawa totebag hitam itu, bukan jurusan keGuruan, tapi dia mantap jadi wali kelas. Bisa memenej, bisa berhubungan dengan baik dengan para wali murid. Aih pokoknya keren lah. Orang Minang, yang artinya juga pedagang. Aduh pokoknya super dan supel. Aku tu kadang ngiri, tapi gak boleh ya udah aku nganan.
 Nah yang bawa totebag satu lagi. Aaah cemana aku nak cakap ye. Urusan administrasi gercep. Penataannya bagus. Kemampuan memenej konfliknya, multitasking. Sekarang jadi wali kelas VII. Sekali lagi super dan supel. Tentu saja aku tetap harus nganan.

Dan di mana kedudukan ku, pembelajar. Mereka keren ini pokoknya. Iiih beruntung yang dapat mereka.

Udah ah segitu aja, padahal pengen nulis banyak. Mmm, mungkin nanti satu entri lagi tentang 2019 yg kulalui.

Tengkiu yang singgah. πŸ’žπŸ’ž

Kamis, 18 Oktober 2018

Sop Buah ala...

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
wah, mimpi apa aku secepat ini ngapdet. wkwkwk

Anyway, ini cerita semalam. Seperti yang kujanjikan di status fb, akan buat full story nya hari ini. Sop buah ala-ala...
Jadi ceritanya aku ngajar bahasa Indonesia juga, sudah masuk pula pada bab teks prosedur. Nah di bagian terakhir pembelajaran teks prosedur, adalah tentang menyajikan data kegiatan ke dalam teks prosedur. Ada lah di buku tu gambar-gambar runut sepertinya cara buat sop buah deh.
Sebagai seorang guru ni, yang peduli pada bagaimana pembelajaran bisa dicapai dengan baik (eciee), tiba-tiba muncul ni bulb di atas kepala; aha! enak nih kalau buat langsung, oleh anak-anak. Harapannya adalah,,,, semoga students gue bisa lebih paham, lebih mau belajarnya. Secara ya, jam pelajarannya itu jam-jam zzzzz. Enak betul buat tiduran. Nasib lah itu jam segitu pas masuk bangunin anak-anak dulu dari tidurannya. aiya!

Nah, pas diusulkan buat sop buah, pada semangat '45 semuanya. Sambil masing-masing ngusulkan buah yang disukainya. Aih, kalau diturutkan semua, bisa ada 10 jenis buah dalam 1 cup tu, bisa penuh buah aja tuh, tak ada space untuk kuah (air), gak jadi sop dunk ya... Bayangkan ini, masa tebu mau dimasukin ke dalam resep sop buah gue. Jadi apa cyiiinnnn
Jadi, sebagai guru yang ehem, gue harus nge-cut deh ide tanpa batas itu. Tinggal lah sekitar 5 jenis bahan saja.
Pas hari H-nya abis zuhur itu pada melek semua. Maunya langsung dieksekusi abis sholat tu juga, padahal masuk jam 1 bo'. masih ada setengah jam-an. Biasanya ya, minta tambah waktu buat tiduran tu.

Setelah gitu-gini nyiapkan semua bahan-bahannya terus menjelaskan apa yang harus dilaporkan setelah sop buah nya ludes, sekitar jam 1.30 itu anak-anak pun mulai satu persatu membuat sop buah resepnya sendiri. Jadi, aku bilang sop buah ini dinamakan "sop buah ala...(terserah kalian mau buat nama apa)". Seru lho melihat anak-anak berdiskusi menamakan sop buah mereka. Ada yang ngasi nama "Sop Buah Six Squad", cuma mereka yang tau maksudnya.
Simak keseruan mereka di bawah ini:













beuh, ludes euy. enak betul katanya. Sampai ada tu sholeh yang nambah ngulang 3 kali. serius. anak-anak bilang "kita jualan aja besok2 zah". wkwkwk

Sambil menyantap sop buah ala-ala itu, rasanya tak henti aku mengingatkan anak-anak jangan sampai lupa laporannya. Harapan gue tinggi banget lho ya laporannya akan keren banget.

Tapi eh tapi aaaah, apakah pribahasa jauh panggang daripada api sesuai? huhuhuhu. (lebai ya aku.?! haha)
bayangkan beh, aku minta dibuat langkah-langkahnya secara ini kan teks prosedur ya. Ada yang cuma buat begini: 'masukkan semua buah ke dalam cup, susu, es batu, dan sirup, kemudian diaduk'. Aku merasa speechless guysssss. Itu namanya kesimpulan. Gak semua sih, beberapa aja. Akhirnya hari ini gue suruh ngulang, meski dengan meringis-ringis.
Sepertinya aku masih harus tetap berpikir keras biar pelajaran ku bisa masuk ya. Pray for me gaiss...

Cukup sekian yo, tengkiu.
wassalam




Senin, 24 September 2018

Bersatu teguh bercerai roboh



Bismillah
Setelah sekian lama (aduh kebanyakan kekata pembuka blogku macam gini semuo lebih kurang, gara2 jarang pake banget nge-blog. wkwkwkw), aku memutuskan singgah sejenak. Ade sesuatu menarik yang membuatku ingin menulis.
Beberapa hari lalu, aku post photo yang kat bawah ni di fb dan wa.
setidaknya, ketika memandang ini, hati teringat pada-Nya
 Eh ternyata, a lot of people (lebih dari 2 dihitung banyak kan ya? hihihi) curious and asking about it. So I thought, let me just write it down here, kronologi kejadiannya (what??).

Anyway, kalau dibilang kreatif, sesungguhnya I don’t really think I’m that creative. Aku cuma browsing sana-sini, nemu ide-ide yang berseliweran di internet, and then abra kadabra jadi. Eh, nggak sekilat itu dink, hampir 3 bulan baru selesai. Banyak faktor X, such as kelas yang terus dipakai sampai sore jadi tak berkesempatan untuk mendekornya lagi. Jadilah sisi dinding itu mengalami autumn parah, eh dormansi pohonnya. Baru beberapa hari yang lalu spring menyapa di kelas kami. Wkwkwkwkw
 Oke, ada yang nanya gimana buatnya. Let me tell you, tak susah sebenarnya. But you need bala bantuan. Aku punya 2 orang sejawat kece (Yani dan Nella). Ah, tanpa bantuan mereka ini, tak jadi barang ni. Ide kreatif pertama adalah how to make kelas ini semenarik mungkin, tak kosong melompong. Sekolah kami sampai sore, jadi setidaknya adelah sedikit goresan menginspirasi dan bermanfaat. Pada sisi dinding lain aku dah buatkan The Map, gambar di bawah ini.
thats me anyway. kalau ade yang penasaran nih. hah!
ini dibuat sebagai pengalaman belajar tak langsung bagi anak-anak. maafkan andai gambar tak betul-betul serupa.

Kembali ke laptop, eh ke niat asli ku (hah?). Nah, karena ini sekolah Islam Terpadu (IT), so we need sesuatu yang Islami, yang aplicable, tak hanya terpampang saja tapi juga bisa jadi amalan. So, timbullah ide, buat asma-ul-husna. Supaya tampak lebih kece, kita buat pohon asma-ul husna. Browsing sana-sini pakai kata kunci pohon asma-ul-husna, tampak satu yang bagus pake banget. But to us, it seem unreachable (think yourself why). We think over and over again. Ah, buat pohonnya aja dululah, yang lain nyusul. So, di suatu siang setelah anak-anak pulang, aku dan Nela ambil kuas dan cat hitam and we begin our masterpiece (masterpiece apaan coba?). Yani mana? Dia pegi beli bakso bakar-menurutku-, rupanya bawa balik bakso goreng plus nuget. Aiyya!  Eh, Yani punya tugasan lebih penting, mengetik asma-ul-husna dan mem-print. 
Time flies. Bulan berlalu. Dan setelah lebih 2 bulan, barulah tulisannya di print.
aduh ini gimana mutar fotonya? maap gini bentuknya
Oke, time flies again, barulah beberapa hari yang lalu, kami melibatkan anak-anak untuk menge-cat hasil print out dengan pensil warna yang mereka miliki. Ah, proses pengecatan adalah proses yang mengasikkan. Ada yang rapi betul ngecatnya, ada yang asal-asalan juga, ada yang antusias betul sampai tulisan dicat habis-habisan. Sobs! Sobs! Huhu. Anyway, itu indah. Mereka ambil peran. That’s how we want it. Setelah selesai digunting dan di-cek urutannya, barulah beberapa hari kemudian kepingan-kepingan ini ditempel. And taraaaaa! Kelas kita sudah bersemi. Kepingan2 yang kalau sendiri-sendiri tadi warnanya kacau balau, tapi setelah disatukan, it turns out very well. Ah! What a nice feeling.
what a nice feeling. did you feel that?! or, it just me.?
Oh, judul itu kenapa gak nyambung banget sama tulisan ya? Ahahah. Think it yourself! (dasar penulis payah)
Oke dear readers (entah ada ntah tidak), apapun tengkiu yang dah berkenan singgah. Muach!
Salam.

Kamis, 03 Mei 2018

Keranjang Kosong

Salam'Alaik
duhai setahun berlalu sejak terakhir aku menulis di blog ini. jangankan sarang laba-laba, lebah pun mungkin ikut bertandang.
anyway busway, what's with my title of post?
Keranjang kosong. Makna apa yang terkandung bagimu? well, bagiku yang semi ibu rumah tangga ini, keranjang kosong bisa membawa kebahagiaan. kau tau kenapa?
sebab,,,,, keranjang kosong bisa berarti dua, bagiku lho ya. tak taulah kamuh.
satu, keranjang kosong membahagiakan, sebab itu artinya, pakaian kotor dah selesai dicuci. Yu know lah kan? The laundry's done. isn't happiness? iya kan, itu kebahagiaan bukan?
nah, what the second one? of course it's next step kalau pakaian kering. Setrikaan lah kan. so when keranjang kosong, its also mean setrikaan dah tuntas. Selesai jadi ironman. happiness tu kan?
Nah, ternyata ya, kebahagiaan ibu rumah tangga itu tak jauh-jauh... dan tak ribet. sesimple keranjang kosong.
gambar dari google

nah lagi ni, ternyata kebahagiaan itu takkan berlangsung lama. hahahaha. tau kan maksudnya.?
karena besoknya, keranjang dah mulai terisi lagi. yeah, berulang dan terus berulang... dan ini cuma satu contoh pekerjaan berulang ini. tau sendiri saja.

well, segitu deh ya.
tengkiu yang sudi singgah dan bace. syukur2 nak jejak komen kat sini.
Salam.

Senin, 13 Maret 2017

Pak Bambang



Ahad, 12 Maret 2017
Kabar sepagi itu sejenak setelah smartphone ku normal dari ‘kematiannya’, sungguh membuat ku tak percaya. Bagaimana tidak, ini kabar yang sungguh mengejutkan, juga menyesakkan; pak Bambang, foto itu yang terpampang di status fb teman yang ditag ke aq. Mengabarkan bahwa pak Bambang telah dipanggilNya. Seakan tak ingin percaya, aq bahkan mempertanyakan keseriusan berita yang dishare temanku ini. Tapi kematian, begitulah ia, meski seuat apa penolakannya, takkan pernah berubah ketetapannya.
in memoriam 😒
 Ah, pak Bambang. Desas-desus tentangnya mulai terdengar ketika awal-awal aq menapaki MAN Bengkalis, tahun 2004. Ya, dia adalah guru, untuk mata pelajaran Biologi. Kenapa sampai ada desas-desus yang membuat nama pak Bambang terkenal bahkan sebelum kami melihat wajahnya? Kalau dalam bahasa mahasiswanya karena ke-killer-annya. Hehe. Begitulah pak Bambang terdeskripsikan waktu itu.
Sebagai anak baru, bukankah itu menakutkan? Pakai banget. Sungguh deg-degan, dan berharap bukan pak Bambang yang mengajar Biologi kelas satu. Tapi, sebenarnya ada rasa penasaran juga, segalak apa sih pak Bambang. Meski tanpa sadar, di hati terdetik pengen diajar oleh pak Bambang. Aneh kan ya?
Well, kami terlepas dari ketegangan itu. Syukurlah, kelas satu bukan pak Bambang yang ngajar.
Nah, naik kelas 2 IPA, apa yang pernah terdetik di hati langsung kejadian. Bahkan, bukan Cuma ngajar Biologi, pak Bambang sekalian jadi wali kelas bo’. Itu rasanya agak gimanaaaa gitu. Waduh…
Ah, pak Bambang. Sepertinya desas-desus tentangnya itu tidak terbukti menurutku. Iya, kadang kami tegang kalau pak Bambang masuk kelas dan mulai menanyakan tugas. Haha. Yang tidak siap tugas, tidak hapal yang disuruh, siap2 maju mendapat hukuman. Apakah itu galak? Tidak menurutku, karena kamilah yang memulainya. Kami sadar dan kami terima hukumannya.
Sebagai wali kelas, pak Bambang benar2 bertanggung jawab mengelola kelas. Ah, sungguh menyenangkan ternyata bersama pak Bambang. Desas-desus itu sungguh tak terbukti. Dan begitulah, di penghujung semester dua, kami bahkan meminta pak Bambang menjadi wali kelas kami kembali di kelas 3 IPA. Permintaan kami dipenuhi. Begitulah, 2 tahun membersamai , entah bagaimana membuat kami kompak.
Tiap lebaran, rumah pak Bambang tak pernah dilewatkan. Bahkan setelah tamat sekolah di tahun 2007, dan masing-masing sudah berpencar-sibuk dengan kuliah, pulang kampung-, setidaknya yang sempat dan dekat kami selalu menyempatkan ngumpul. Tentu saja, rumah pak Bambang wajib dikunjungi. 
lebaran 2010
 Sampai tahun 2015, 8 tahun setelah alumni, kami masih menyempatkan ngumpul meski cuma beberapa orang (yang lain sudah pada berkeluarga), dan meski hanya satu tujuan untuk ke rumah pak Bambang. Rasanya, tak ada satu lebaran pun yang kami lewatkan tanpa mengunjungi rumahnya.
lebaran 2012
(yang tertangkap kamera ku. tahun2 lain tak ada di kamera ku)
 Nama itu, wajah itu, kekhasan bicaranya, tak pernah luput dari ingatan kami. 2016, adalah pertama kalinya kami tak berlebaran ke rumahnya, diakrenakan susah mengumpulkan teman-teman yang sudah sibuk semua. Hari ini, Ahad 12 Maret 2017, kami berkumpul lagi, beberapa. Tapi bukan untuk bincang-bincang canda dan tertawa, melainkan untuk melepaskan kepergiannya dalam isak penuh do'a. 😭
Hari ini, dalam perjalananku melayatnya, memori-memori itu berkelibat seolah baru kemarin terjadi, padahal sudah 10 tahun menjadi alumni.
Hari ini, ada begitu banyak tangan menengadah ke langit, mendo’akanmu, pak.
Allah, semoga Engkau ampuni dia, rahmati dia, dan tempatkan dia di tempat terbaik di sisi-Mu. Aamiin….
Sungguh sudah sejak beberapa waktu yang lalu aq ingin menuliskan tentang pak Bambang, tapi bukan dengan suasana seperti ini. Aku mengagumi pak Bambang, dan mungkin itu juga yang mengantarkan ku pada profsi ku saat ini; guru Biologi. Semoga itu menjadi jariah...
al-fatiha


Senin, 30 Januari 2017

Andai saja, semua orang begitu...

Aku pernah, bahkan kadang masih muncul;, lintasan-lintasan fikiran ini.
Hal ini pun muncul bersebab krasak-krusuk nya negeri ini. Dimulai memanas sejak kasus penistaan agama. Ah, bagi yang tak mengikuti perkembangannya, takkan mengerti rasa di hati yang campur baur ini. Bukan macam gado-gado, atau es campur yang menyelerakan, sebab ini sungguh,sungguh, sungguh tidak sedap. Dengan bebasnya menggunakan social network (walaupun akhir2 ini sepertinya harus lebih hati2), semua orang mudah sekali menyampaikan pendapatnya. It's just nothing wrong with it. Akan tetapi, terkadang status2 yg diupdate membuat hati dan akal kemudian bertanya-tanya, kadang juga menjadi tak sedap hati.
Atas hal-hal itu, aku menuliskan ini:

Andai saja, seandainya saja, setelah video itu beredar, semua orang memilih untuk diam, tak menyuarakan sepatah pendapat pun akan ke mana keberpihakannya... tak satu pun manusia yg melihatnya kemudian menyatakan pendapatnya, mengabarkan pada yang lainnya...
Andai saja, seandainya saja, semua orang yang telah menontonnya kemudian memilih untuk sama sekali tidak berkomentar, diam seribu bahasa, sehingga tak satupun diketahui apa pandangannya...
ah, aq juga pernah punya rasa: "apakah sebaiknya aq diam saja? toh, tak menuliskan pendapat bukan berarti tak punya pendapat, juga bukan berarti membela, toh Allah lebih tahu niat di hati"
Andai saja, seandainya saja pikiran ku itu aq aplikasikan, kemudian status2 q pun sibuk sendiri dengan betapa galaunya mengajar anak-anak yang tak mau diajar, atau betapa dilematis mengajar anak-anak yang tak mau belajar, atau betapa menyedihkannya mengajak anak-anak yang tak mau sholat...
andai saja, seandainya saja itu ku lakukan... ah, dampaknya juga tidak seberapalah menurutku, toh aq sendiri yang begitu...
tapi andai saja, seandainya saja, semua orang berfikir sama sepertiku, kemudian melakukan hal yang sama dengan yang ku lakukan....
andai saja, seandainya saja, kemudian orang-orang pun sibuk dengan dagangannya, dengan kegalauannya, dengan liburan-liburannya...
akankah terjadi seperti apa yang sudah terjadi hingga hari ini...
akankah Allah singkapkan apa yang akhirnya terlihat hingga hari ini...
akankah...
ah, ada di manakah aku...