Sabtu, 25 Januari 2020

Doa orang tua dan yang luput aku syukuri

Bismillah.
Mungkin agak terlambat menyadari sebegini, tapi untungnya Allah ilhamkan. Semoga bertambah kesyukuran, bertambah keimanan.

Disclaimer: ditulis atas pandangan pribadi, tidak ada sedikitpun merendahkan siapapun atau pekerjaan apapun.

🤭🤭🤭
Macam serius tulisan akak ni. Padahal ntah pahape ntah. 😌

Oke lanjuut
So belakangan Allah sadarkan mata hati biar nampak banyak betol nikmat yang Allah beri tapi luput disyukuri. Selalu mintak yang tak dipunye, but always forgot what we had full at our hand.

Cerite kesadaran sampai terase hendak menuliskan bermula apabila daku melewati sebuah per-ruko-an besar yang didominasi oleh toko elektronik wa bil khusus, phone. Oi Mak panjang kalimat aku, satu napas tu. Wkwkwk
Eniwei, nampak para pegawainya berseragam hitam di depan toko, di bawah payung besar, sambil duduk2 berkaroke. Sesekali kadang nampak mereka ni tengah excercise ramai2. Otak kuh langsung berspekulasi, bahwasanya mereka ini sedang menarik perhatian orang-orang yang lewat depan per-toko-an itu.

So, what i feel?

Here we go!
Tetiba tejentik hati menyadari, Allah, betapa Engkau mudahkan banyak hal dalam hidupku. (Aku tulis sambil mata berkaca ni, 😥😭).
Ku susuri lembar memori.
Aaah, waktu itu, belom lagi wisuda, pekerjaan sudah menanti ku. Persis seperti seharusnya pendidikan dan jurusan yang ku ambil, guru Biologi. Allah,, Maha Baik.
Then when i change the school i used to work, i still work as a teacher, a science teacher. Allah... Tambah pulak teaching Al-Qur'an, yang memang menjadi concern ku. Allah...
And seingat2 ku, tak pernah kekurangan dalam arti yang paraaaaah, sampai aku harus berhutang tak mampu bayar.
Allah, baiknya Engkau pada ku.

Teman, yok coba susuri.
Aku pernah beberapa kali kadang iseng cakap dengan mak; 'mak jangan lupe doakan fit ye', 'mak doakan ye buku terjual banyak'. Sambil kadang bertanya; ' ape yang Mak doakan untuk anak Mak?'.
Dan pemirsah, never ever Mak bapak mendoakan yang buruk untuk anak, meminta hal buruk untuk anak, takkan pernah. (Ai seriously nanges ni 😭😭😭).
"Mak selalu doakan Allah mudahkan urusan, Allah murahkan rezeki..." 😭😭😭

Then when aku pikir bolak balik lagi, semua kemudahan hidup yang ku dapatkan, semua kemurahan rezeki yang ku rasakan, adalah pengabulan do'a2 orang tua, doa Mak bapak. Allah, Maha Baik Engkau...

Coba, tanya Mak bapak, ap doa mereka untuk mu.

Allah, kadang banyak pintak ku, padahal banyak yang telah Engkau karuniakan tapi luput aku bersyukur

Timekasih yang singgah bace.

Selasa, 31 Desember 2019

2019 seperti apa yang ku lalui

Pada mimpi-mimpi yang belum menyata,
Pada harap harap yang belum berwujud,
Selamat tinggal...

Pada asa yang jangan sampai putus, 
Pada do'a yang jangan sampai lupa,
Semoga hari-hari ke depan adalah kebaikan, penuh keberkahan.

Memang, hati hendaknya seluas lautan.

Aiiih, nak bepuisi kaedahnye. 

Anyway, what did this year left me with? Bahasa apa ni? 

Aku rasa di 2019 ini aku belajar banyak sekali hal. Terutama di bulan2 penghujung.

Ini tahun yang menurutku bersimbah air mata. Like i said, especially bulan2 penghujung. I learned to be more humble, more shabr, more berlapang hati. Eh what i mean is aku memohon sungguh kepada Allah yang Kuasa atas segala hal, agar mengaruniakan aku kesabaran, juga kelapangan hati untuk menerima segala hal yang Dia tetapkan. Mudah? Bagiku tidak. Pedih terkadang. 

Tahun ini juga aku belajar untuk menjadi lebih baik. Untuk lebih menyadari hakikat hidup; mengapa? Untuk apa? Terlambat? Better than never. Apalagi ketika melihat orang-orang sekitar bertambah baik, hebat dalam banyak hal. Aku ngiri, maka aku harus apgred diri.

And life ia always unexpected. Kerja nya Allah. Selalu luar biasa. Tahun ini, menjadi tahun aku merasakan first flight. Hihihi. So unexpected. Ini benar-benar tak disangka. Akhirnya di Lembang, mengenal sosok ustadz Lukmanulhaqim. Dibuat tertawa di majelisnya, dibuat menangis sesenggukan dalam majelisnya. Bertemu saudara se-SLC sebagai keluarga besar Sygma Daya Insani. Bertemu CEO nya yg humble (juga istrinya). Hafizh yang tak bisa melihat. Didoakan banyak orang. Aaaah. Luar biasa.

Entah kenapa (aku meraba-raba sebabnya), tahun ini aku merasakan betapa nyungsep nya kepercayaan diri ku yang sesungguhnya memang tak tegak pon. Tapi tak boleh menyerah. I'm try to ignore lingkungan, dan berperang dengan mental sendiri. 

Dan penghujung 2019 ini, tak ingin ku akhiri dengan derai air mata. Berharap pada Nya semoga kelapangan hati Dia karuniakan kepada hambaNya yang naif dan dhoif ini. Aamiin

Tengkiu 💞💞

Sabtu, 28 Desember 2019

Di antara bertiga, apa posisi dan kedudukan ku?

Bekeghak, belumut, besaghang. Itulah yang terjadi pada blog kesayangan ni. Sekali tengok entri, sebijik pun tak ade ngisi sepanjang 2019 ni. Mungkin inilah satu2nya entri untuk tahun 2019. 🤭🤭🤭😅 Parah.

Eh baidewei, mari kita lanjutkan dengan judul postingan kali ini. Tentang ape ke bende itu? Let's just see this picture below. 😏
Di Raja Ampat KW
Yang mane satu perempuan Melayu terakhir ni? Guess!!
Oke back to the topic. Aku mengenal mereka berdua pada Ramadhan 2018, saat sama2 magang di yayasan Ibu Harapan Bengkalis. Kami sama2 ditempatkan di SMPIT nya (emang melamar ke SMP nya seh. Hihi). Pas tes sudah ketemu, tapi ya begitu saja.
Di SMP yang baru dibuka ini kami bertiga icak2 nya Charlie's Angels. Hihihi. Bidadari setiga wayang, eh? Pokoknya gitulah. Cewek-cewek nya cuma kita, karena memang sekolah baru. Nerima siswa juga satu lokal, yang awalnya cuma 14 orang, teruuuus jadi 20 siswa. Ya ampun cerita ke mana2.
Eniwei kembali lagi ke judul postingan ku. Setelah lebih setahun ini bersama mereka, aku sungguh belajar banyak hal dari mereka. Mereka berdua ini super dan supel sekali. Yang bawa totebag hitam itu, bukan jurusan keGuruan, tapi dia mantap jadi wali kelas. Bisa memenej, bisa berhubungan dengan baik dengan para wali murid. Aih pokoknya keren lah. Orang Minang, yang artinya juga pedagang. Aduh pokoknya super dan supel. Aku tu kadang ngiri, tapi gak boleh ya udah aku nganan.
 Nah yang bawa totebag satu lagi. Aaah cemana aku nak cakap ye. Urusan administrasi gercep. Penataannya bagus. Kemampuan memenej konfliknya, multitasking. Sekarang jadi wali kelas VII. Sekali lagi super dan supel. Tentu saja aku tetap harus nganan.

Dan di mana kedudukan ku, pembelajar. Mereka keren ini pokoknya. Iiih beruntung yang dapat mereka.

Udah ah segitu aja, padahal pengen nulis banyak. Mmm, mungkin nanti satu entri lagi tentang 2019 yg kulalui.

Tengkiu yang singgah. 💞💞