Bulan berganti, harapan terus diperbarui.
Bulan menjadi tahun. Tahun pun ikut berganti. Harapan? Kian memudar.
Bulan berganti, tahun bertambah. Dan aku semakin menua. Berapa waktu lagi tersisa untuk harapan tetap ada?
Allah, sungguh aku semakin menua. Adakah kesempatan untukku punya cahaya mata?
Mohon maafkan hambaMu yang cengeng ini. Maafkan iriku, maafkan rasa cemburu ku. Ampuni hambaMu ini.
InsyaAllah akan tetap ada kak..
BalasHapusLama tak jumpa, semoga sehat selalu.
Oh ya, bukankah Allah itu seperti perasangka hambaNya. Yuk berperasangka baik agar Allah memberi kebaikan untuk kita.
waaah, ternyata masih aktif ya kak.
Hapusku pikir tak ada lagi orang pake blog, makanya ini jadi tempat aku curhat sesekali