di suatu siang yang panas, dengan rasa lapar yang ah......., tak telalu lapo lah. ku singkap tudung saji demi memastikan ada ap di dalamnya. Ternampak jelaslah oleh ku, ado sambal bilis plus telur yang di mato sapi kan. "tak ado sayow (sayur), mak?" reflek aq betanyo langsung pado mak. "mtak ado. makan ajolah ape yang ade tu", kato mak...
dramatisasinye lebih kurang lah.
di suatu ketika sedang bebual-bual beramah sapa, terceritalah tentang kerja sampai ke tanya gaji berapa; "gaji kami keciknyo, Rp. tiiiiiiit......". ketika q kemudian berkaca diri, astaghfirullah, q sadari betapa tak pantasnya kekata q itu.
aq rasa, banyak lagi situasi ketakbersyukuran ku.
copas dr google |
Sebetol2nye, aq menyadari betapa tak bersyukur diri ini atas banyaknya nikmatNya yang tak ku syukuri. Dan Sungguh, pada Mu Allah, ku memohon petunjuk, mohon jernihkan mata hati ku melihat semua nikmat dari Mu, mohon jadikan aq hambaMu yang pandai bersyukur. Amiin